“Manusia”; identitas baru yang akan mewakili
segala isi kepala.
Kuciptakan ia agar bisa menjadi alatku dalam
bertutur kata. Senjata tak beramunisi yang akan kugunakan untuk bertempur
dengan banyaknya narasi dan khayalan dalam diri.
Sebuah karakter suci yang aku sembah dalam
setiap untaian kata.
Jadilah baik, wahai Manusia. Kau separuhku
sekarang.
Terbanglah sejauh angin dapat membawamu.
Naiklah setinggi awan dapat menjangkaumu.
Manusia.. ada kalanya nanti kataku tak kau pahami.
Jangankan kau, aku pun tak mampu mengontrol liarnya pemikiranku. Untuk itu, aku
meminta maaf untuk kejadian tak menguntungkanmu di depan.
Aku berjanji, akan sangat berhati-hati dalam menyusun
semuanya.
Setiap kata, setiap kalimat. Menjadi sebuah paragraf,
lalu memanjang menjadi sebuah cerita indah.
Yakinkan aku bahwa kau juga sama
bersemangatnya. Mari saling menjaga apiku dan baramu.
Bersatu kita akan menghasilkan sebuah karya diri. Bukan untuk dinilai manusia lain, tapi untuk keberdayaan diri sendiri. Suatu cara untuk mengosongkan isi kepala, agar tidak lagi menumpuk di sudut ruang pikiran. Menyambut gagasan baru, tetap dengan hati yang lugu.
Noname mungkin masih akan berlanjut, tapi tidak akan seistimewa dirimu.
Kau, Manusiaku.

0 Yang Komen Nih:
Posting Komentar