Senin, 28 September 2015

Wenny Yolandas - Sad Story

Edit Posted by with No comments


 Kekasih Terakhirku


Seorang wanita jatuh cinta kepada seorang pria, dan kemudian mereka menjadi sepasang kekasih. Wanita itu sangat mencintainya, selalu melakukan apapun untuk membahagiakan kekasihnya, berkorban sebisanya, setiap waktu dalam hari-harinya lebih banyak ia habiskan untuk memikirkan apa yang dapat dia lakukan untuk sang kekasih. Pria itu juga menyatakan cintanya pada wanita itu.

W : Kalau aku tiba-tiba saja menghilang, apa yang akan kamu lakukan?
P : Aku akan mencarimu kemana pun itu, aku akan terus mencari hingga menemukanmu, aku akan menunggu hingga kamu kembali.
W : Kalau aku meninggal?
P : Jangan bicara seperti itu, itu tidak akan mungkin terjadi.
W : Ayolah jawab, misalnya saja...

P : .... Aku akan membawakan bunga, 1 hari 1 tangkai mawar... Sampai aku pun mati...

Namun pada suatu saat wanita itu menyadari, ada yang berubah dari sang kekasih. Wanita itu menyadari, pria yang ia cintai sudah tidak memiliki rasa yang sama lagi, ada wanita lain di hati pria yang ia cintai.

W : Aku sayang kamu ...
P : ....
W: Aku cinta kamu. Aku mohon ...
P : Aku tidak bisa, aku sudah tidak punya perasaan apapun terhadapmu.
W : Aku ... Aku salah apa?

P : Kita tidak cocok
W : Tapi aku salah apa?
P : Aku cinta dia
W : .... Kamu tidak tahu arti cinta.
P : Pergilah! Aku sudah tidak punya perasaan lagi terhadapmu! Cari pria lain!

Mereka pun berpisah. Dan pria itu menjalin hubungan dengan wanita lain. Setiap hari wanita itu memikirkannya, semua kenangan, semua pengorbanannya. Dia tidak paham, tidak sanggup menerima, merasa apa yang sudah terjadi tidak adil untuknya. Sampai pada suatu hari, tubuhnya semakin lemah...

Dia memutuskan untuk menghubungi pria itu lagi...

W : Aku ingin bicara, bolehkah kita bertemu sebentar saja?
P : Aku sibuk, tidak ada waktu.
W : Sebentar saja, aku mohon ....
P : Aku tidak bisa! Banyak pekerjaan!

W : ....Yasudah kalau begitu, maaf menganggu waktumu, tapi jika nanti kamu punya waktu sebentar tolong beri kabar padaku... Aku ingin bertemu sebentar saja. Ada yang ingin aku bicarakan.
P : Lihat saja nanti.
W : ....


Wanita itu kembali menghubungi pria yang ia cintai, dan ajakan untuk bertemu itu selalu ditolak olehnya. Hingga pada akhirnya pria itu merasa kasihan dan memutuskan untuk menemuinya sebentar.

P : Ada apa? Apa yang ingin kamu bicarakan?
W : Kalau aku meninggal, apakah kamu masih akan membawakan mawar untukku?
P : Tidak!
W : Tapi kamu pernah janji ....
P: Itu aku katakan dulu sewaktu kita masih berhubungan.
W : Kalau begitu, datanglah bersama kekasihmu  dan bawakan bunga untukku.
P : Hmm
W : Aku .... (menunjukkan kertas hasil laboratorium dan surat dokter yang mengatakan bahwa ia didiagnosis sakit kanker darah)
P : Kamu? (si pria terdiam, tidak dapat berkata apa-apa)
W : Maaf. Aku menunjukkan itu bukan karena aku ingin kamu kasihani.
P : ....
W : Hidupku tidak akan lama lagi, maukah kamu menolongku? Untuk terakhir kalinya...
P : Aku? Ya .... (menahan air mata)
W : Ijinkan aku menjadi kekasihmu untuk terakhir kalinya, berkencanlah denganku sehari saja, setelah itu aku akan pergi selamanya dari hidupmu. Aku tidak akan muncul di hadapanmu lagi. Aku tidak akan menganggu hubunganmu dengannya.
P : ....
W : Untuk terakhir kalinya... Sebelum aku terbaring dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
P : Baiklah... (karena merasa kasihan, dia pun menerima permintaan wanita itu)

Kemudian mereka pun pergi berkencan selama sehari. Pergi ketempat yang dulu pernah mereka datangi berdua, tempat dimana mereka pernah berbagi senyum dan airmata bersama.

W : Boleh aku peluk kamu untuk terakhir kalinya?
P : Ya....
(Mereka berdua berlinang air mata)

P : Kamu pasti sembuh, kamu pasti bisa
W : Jika tujuan hidupku adalah melihatmu bahagia, dan sekarang aku sudah melihatmu bahagia dengannya, bukankah tujuanku sudah tercapai?
P : Maafkan aku ....

Beberapa bulan kemudian...
Pria itu berpisah dengan kekasih barunya. Dan dia merindukan wanita yang selama ini selalu ada untuknya dalam keadaan tersulitnya sekalipun. Namun saat ini dia hanya bisa mendatangi makam wanita yang pernah sangat mencintainya dengan setangkai mawar.

0 Yang Komen Nih:

Posting Komentar