Ada hati yang menjerit dibalik diamnya seorang periang.
Ia ingin meluapkan semuanya tapi ia tak bisa.
Bukan karena ia tak mau, ia hanya belum menemukan tempat yang tepat untuknya melepaskan semua.
Terkadang
ia merasa tak sanggup menahannya sendiri, menahan seorang diri seakan ia mampu
padahal kenyataannya ia sama sekali tak mampu.
Sering
berandai-andai bagaimana jika ia meluapkan segalanya, bagaimana leganya ia
meluncurkan segala hal yang ada didalam benaknya selama ini.
Tapi
sekali lagi ia tak mampu. Ia belum menemukan tempat yang bisa ia percayai, ia
belum menemukan tempat nyaman, ia belum menemukan tempat aman.
Haha, betapa mirisnya ia!
Jika
ada tempat di dunia ini yang bisa membuatnya merasa damai maka ia akan berlari
mendapatkannya.
Ia
lelah jika harus terus berpura-pura bahagia disetiap waktu, berpura-pura seakan
semuanya baik-baik saja, berpura-pura jika segalanya adalah indah.
Ia
pandai menutupi apa yang sebenarnya terjadi, ia pandai menyamarkan luka di hatinya
dengan senyumannya, ia pandai menghilangkan jejak yang sudah terpatri dengan
sangat dalam jauh didalam lubuk hatinya.
Akankah
ada tempat untuknya pergi? Bukan sementara tapi selamanya?
Ia
ingin berbagi, ingin membuka, ingin melepaskan, ia ingin meluapkan segalanya
hingga tiada yang tersisa. Ia ingin terbebas dari semua hal yang membuatnya
tidak dapat menunjukkan kesungguhan senyumnya, keindahan senyuman yang ia
miliki.
Tapi
apa yang terjadi jika ia tidak menemukan tempat yang dicari?
Apakah
ia harus tetap berada diposisinya? Berada tepat ditempat dimana ia harus
bersanding dengan kepura-puraan bahwa ia baik-baik saja?

0 Yang Komen Nih:
Posting Komentar