Selasa, 06 September 2016

Noname

Edit Posted by with No comments


Ada hati yang menjerit dibalik diamnya seorang periang.

Ia ingin meluapkan semuanya tapi ia tak bisa.
Bukan karena ia tak mau, ia hanya belum menemukan tempat yang tepat untuknya melepaskan semua.


Terkadang ia merasa tak sanggup menahannya sendiri, menahan seorang diri seakan ia mampu padahal kenyataannya ia sama sekali tak mampu.
Sering berandai-andai bagaimana jika ia meluapkan segalanya, bagaimana leganya ia meluncurkan segala hal yang ada didalam benaknya selama ini.
Tapi sekali lagi ia tak mampu. Ia belum menemukan tempat yang bisa ia percayai, ia belum menemukan tempat nyaman, ia belum menemukan tempat aman.
Haha, betapa mirisnya ia!
Jika ada tempat di dunia ini yang bisa membuatnya merasa damai maka ia akan berlari mendapatkannya.
Ia lelah jika harus terus berpura-pura bahagia disetiap waktu, berpura-pura seakan semuanya baik-baik saja, berpura-pura jika segalanya adalah indah.
Ia pandai menutupi apa yang sebenarnya terjadi, ia pandai menyamarkan luka di hatinya dengan senyumannya, ia pandai menghilangkan jejak yang sudah terpatri dengan sangat dalam jauh didalam lubuk hatinya.
Akankah ada tempat untuknya pergi? Bukan sementara tapi selamanya?
Ia ingin berbagi, ingin membuka, ingin melepaskan, ia ingin meluapkan segalanya hingga tiada yang tersisa. Ia ingin terbebas dari semua hal yang membuatnya tidak dapat menunjukkan kesungguhan senyumnya, keindahan senyuman yang ia miliki.
Tapi apa yang terjadi jika ia tidak menemukan tempat yang dicari?
Apakah ia harus tetap berada diposisinya? Berada tepat ditempat dimana ia harus bersanding dengan kepura-puraan bahwa ia baik-baik saja?

0 Yang Komen Nih:

Posting Komentar